Implementasi Point of Care Quality Improvement (POCQI) Untuk Meningkatkan Tata Laksana Bayi Baru Lahir Pada Persalinan Seksio Sesarea

Authors

  • Ribkhi Amalia Putri Magister Manajemen Rumah Sakit, Program Studi Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
  • Rukmono Siswihanto Program Studi Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
  • Adi Utarini Department of Health Policy and Management, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.35727/jha.v5i02.185

Keywords:

POCQI, Inisiasi Menyusu Dini, penundaan penjepitan tali pusat, perawatan neonatal esensial, seksio sesarea, PDSA

Abstract

Latar Belakang: Setiap bayi baru lahir mendapatkan perawatan neonatal esensial sebagai perawatan rutin untuk meminimalkan komplikasi yang dapat berakibat sampai kematian. Pemisahan antara ibu dan bayi baru lahir terutama pada persalinan seksio sesarea masih cukup tinggi jika dibandingkan persalinan normal. Angka seksio sesarea yang tinggi menghambat penundaan penjepitan tali pusat mminimal 30 detik, Inisiasi Menyusu Dini, dan rawat gabung segera. Model Point of Care Quality Improvement (POCQI) adalah pendekatan manajemen yang dapat digunakan petugas kesehatan untuk mengelola pasien di tingkat unit pelayanan untuk memastikan pasien menerima perawatan kesehatan yang berkualitas. POCQI memiliki kelebihan mampu memetakan permasalahan riil di unit pelayanan, mudah dikerjakan, melibatkan petugas di unit tersebut, serta menerapkan siklus Plan Do Study Act (PDSA) yang terus-menerus.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode POCQI dalam meningkatkan kualitas pelayanan bayi baru lahir dan IMD pada persalinan seksio sesarea.

Metode: Penelitian ini merupakan action research yang dilakukan di RS Islam Jakarta Cempaka Putih pada Bulan Juni 2023. Tim melakukan langkah POCQI, termasuk di dalamnya dua siklus PDSA, dengan tim seksio sesarea sebagai subjek. Semua persalinan seksio sesarea dengan bayi aterm dimasukkan dalam pengamatan. Kriteria eksklusi ibu adalah kondisi hemodinamik tidak stabil atau ibu dalam anestesi umum. Sedangkan kriteria eksklusi bayi adalah kurang bulan, tidak bugar, kembar, dan terdapat kelainan kongenital.

Hasil: Setelah siklus PDSA I, terdapat kenaikan capaian IMD minimal 15 menit pada persalinan seksio sesarea dari 0% menjadi 53.85%, penundaan penjepitan tali pusat 30 detik dari 36.84% menjadi 76.92%, serta jarak rawat gabung ≤4 jam dari 0% menjadi 53.33%. Setelah siklus PDSA II, kenaikan capaian IMD minimal 15 menit naik menjadi 81.82%%, penundaan penjepitan tali pusat 30 detik menjadi 81.82%, serta jarak rawat gabung ≤4 jam menjadi 60.87%. Pada observasi sampai dengan minggu kelima, peningkatan mencapai >90% untuk ketiga indikator. Selama dilakukan perubahan tersebut, tidak ada bayi yang dilaporkan hipotermia.

Kesimpulan: Metode POCQI efektif untuk meningkatkan pelayanan bayi baru baru lahir seksio sesarea di RS Islam Jakarta Cempaka Putih. Perlu PDSA berkelanjutan serta langkah untuk mempertahankan perubahan tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2023-07-30

Issue

Section

Praktek Peningkatan Mutu