Studi Kasus Rendahnya Pencatatan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien di RSIA Buah Hati Pamulang

Authors

  • Novayanti Zulhedi RS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Tjahjono Kunjoro Program Studi Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
  • Andreasta Meliala Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35727/jha.v6i1.254

Keywords:

Pelaporan insiden keselamatan pasien, studi kasus, faktor individu, faktor organisasi

Abstract

Latar Belakang: Pelaporan insiden keselamatan pasien di beberapa negara masih tergolong rendah terutama di Indonesia. Rendahnya pelaporan insiden keselamatan pasien yang masih terjadi di beberapa rumah sakit disebabkan adanya faktor yang menghambat dalam melaporkan setiap insiden yang terjadi.

Tujuan: Mengidentifikasi faktor penghambat yang menyebabkan rendahnya pelaporan insiden di sebuah rumah sakit ibu dan anak tipe C dan menganalisis solusi terhadap hambatan yang timbul dalam proses pencatatan insiden keselamatan pasien selama setahun terakhir.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus jenis eksplanatori dengan analisis triangulasi metode. Subyek dalam hal ini informan dipilih secara purposive sampling kepada 83 petugas pemberi asuhan pasien yang mengisi kuesioner dan 18 kepala unit peserta diskusi kelompok terarah. Teknik pengumpulan data melalui observasi atau telusur lapangan, kuesioner, dan diskusi kelompok terarah atau focus grup discussion (FGD)

Hasil: Berdasarkan analisis triangulasi data didapatkan faktor individu berpengaruh signifikan terhadap penyebab rendahnya pelaporan insiden keselamatan pasien di RSIA Buah Hati Pamulang. Faktor individu berupa pengetahuan dan persepsi berpengaruh signifikan positif terhadap jumlah pelaporan dengan nilai t stat > t table hal ini didukung pula dengan data diskusi terarah yang telah dikategorisasi bahwa keseluruhan informan memiliki jawaban yang kurang lebih sama yaitu tidak semuanya mengetahui jenis dan definisi masing-masing insiden.

Kesimpulan: Faktor individu berpengaruh terhadap jumlah pelaporan insiden keselamatan pasien. Dengan meningkatkan faktor individu yaitu pengetahuan tentang pelaporan insiden dan pelatihan tentang pelaporan insiden keselamatan pasien dapat meningkatkan angka pelaporan insiden keselamtan pasien.

Kata kunci: Pelaporan insiden keselamatan pasien, studi kasus , faktor individu, dan faktor organisasi.

 

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-07-23

Issue

Section

Artikel Penelitian