Menilai Budaya Keselamatan Pasien di RSGM UGM Prof. Soedomo

Authors

  • Siti Betanegita Khairani Hanum UGM
  • Haryo Bismantara Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
  • Julita Hendrartini Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Pencegahan dan Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35727/jha.v6i1.247

Keywords:

Budaya Keselamatan Pasien, Dental Office Survey on Patient Safety Culture, Medical Office Survey on Patient Safety Culture, Rumah Sakit Gigi dan Mulut

Abstract

Latar Belakang: Budaya keselamatan pasien merupakan hal dasar dalam penerapan keselamatan pasien di rumah sakit. Budaya keselamatan pasien dalam organisasi kesehatan memainkan peran penting dalam kualitas layanan dan keselamatan. Penilaian budaya keselamatan pasien penting dilakukan karena dapat mengurangi resiko keluhan dari pasien dan adverse event.

Tujuan: mengukur budaya keselamatan pasien di RSGM UGM Prof. Soedomo

Metode: Desain penelitian ini adalah cross-sectional, menggunakan kuesioner Dental Office Survey on Patient Safety Culture mengadopsi instrumen kuesioner Medical Office Survey on Patient Safety Culture dari Agency Healthcare Research Quality (AHRQ), penyebaran kuesioner dilakukan pada 61 responden tenaga kesehatan (dokter gigi spesialis, dokter gigi, dokter umum, perawat gigi, perawat) di RSGM UGM Prof. Soedomo.

Hasil: Keseluruhan hasil penelitian ini menunjukkan rerata respon positif budaya keselamatan pasien di RSGM UGM Prof. Soedomo sebesar 67,07%. Dimensi yang mempunyai rerata tinggi >75% yaitu dimensi proses klinik dan standarisasi (76,1%), pembelajaran organisasi (84,3%), pelacakan perawatan pasien/tindak lanjut (85,9%) dan kerja tim (82,6%). Dimensi dengan rerata respon positif rendah <60% terdapat pada 5 dimensi budaya keselamatan pasein yaitu dimensi komunikasi tentang kesalahan (58,8%), keterbukaan komunikasi (40,8%), persepsi keseluruhan tentang keselamatan pasien dan kualitas (59%), dukungan pemilik/mitra pengelola/pemimpin untuk keselamatan pasien (55,5%), serta tekanan dan kecepatan kerja (54,5%).

Kesimpulan: Secara keseluruhan persentase respon positif pada 10 dimensi budaya keselamatan pasien di RSGM UGM Prof. Soedomo tergolong cukup baik namun masih terdapat beberapa dimensi budaya keselamatan pasien yang memerlukan perhatian dan upaya perbaikan dari pihak manajemen rumah sakit.

Kata kunci: Budaya Keselamatan Pasien, Dental Office Survey on Patient Safety Culture, Medical Office Survey on Patient Safety Culture, Rumah Sakit Gigi dan Mulut

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-07-23

Issue

Section

Artikel Penelitian